by

Waspada Penyakit Paru Obstruktif Kronis Yang Bisa Menganggu Pernapasan Anda

Oleh : Indah Fitria Millenia

Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Srwijaya

Saat anda mengalami batuk berkepanjangan dan sulit bernapas, hal tersebut merupakan
gejala awal dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau yang disingkat PPOK.

PPOK merupakan sekelompok penyakit paru-paru akibat radang sehingga merusak struktur saluran napas yang menimbulkan gangguan pernapasan. Penyebab utama penyakit paru
obstruktif kronis adalah rokok.

Namun, orang yang bukan perokok juga bisa terkena penyakit
ini, misalnya karena adanya kelainan genetik, atau paparan jangka panjang terhadap polusi
udara, asap kimia, dan debu. Kondisi-kondisi ini dapat memicu peradangan atau kerusakan pada
organ pernapasan sehingga muncul keluhan pada saat bernapas.
Salah satu penyakit terganggunya sistem pernapasan adalah penyakit paru obstruktif
kronis (PPOK).

Penyakit ini adalah penyakit paru obstruktif menahun/ progresif, artinya
penyakit akan semakin buruk seiring berjalan waktu dan banyak disebabkan oleh beberapa
faktor.

Tahukah anda? Penelitian telah menemukan bahwa kekurangan protein Antitripsin
(kondisi yang disebut Alpha-1 Antitripsin Deficiency, AATD) meningkatkan kemungkinan
seseorang terkena PPOK. Tanpa protein ini, sistem kekebalan alami tubuh akan melawan sel
paru-paru dan berujung pada kemerosotan fungsi paru.

Penelitian terbaru telah menetapkan
faktor keturunan lainnya dan kecenderungan yang berhubungan dengan PPOK.

Gejala yang dialami penderia PPOK yaitu Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh dengan warna dahak agak kuning atau hijau, pernapasan tersengal-sengal, terlebih beraktivitas,
mengi atau napas sesak dan berbunyi, lemas, penurunan berat badan, nyeri dada, Kaki, pergelangan kaki, atau tungkai menjadi bengkak, bibir atau kuku jari berwarna biru.

PPOK bisa membuat paru-paru rusak permanen sehingga pengobatan dan perawatan yang ada hanya untuk memperlambat perkembangan penyakit. Misalnya dengan berhenti

merokok, menggunakan inhaler, mengonsumsi obat-obatan, rehabilitasi paru, operasi, atau
transplantasi paru jika fungsi paru sudah sama sekali tidak dapat bekerja.
Setelah mengetahui seputar PPOK, kenali sejak dini gejalanya dan berobatlah ke Dokter
untuk penanganan sesuai dengan gejala yang dialami. Namun, hal terpenting adalah melakukan pencegahan agar PPOK tak hadir dalam kehidupan anda!

News Feed